18 Maret 2020

CORONA, Semakin Memperjelas Kebenaran Al-Quran dan Hadist

Akhir-akhir ini dunia di hebohkan dengan serangan virus corona atau dikenal juga dengan istilah COVID-19. virus yang pertama kali ditemukan dan tersebar di daerah wuhan china ini sekarang menjadi ancaman di berbagai negara dibelahan dunia ini. COVID-19 mengancam penduduk dunia dengan penyebarannya yang cepat serta memiliki dampak yang mengerikan, bahkan bisa merenggut nyawa korban yang terjangkit virus ini.

Bahkan Indonesia pun tak bisa lari dari wabah virus berbahaya ini, bahkan kemarin Presiden RI Bapak Joko Widodo sampai menginstruksikan libur Nasional selama 14 hari kedepan guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 ini. 

Berbentuk mahkota atau surya

Nama "coronavirus" berasal dari bahasa latin Corona, yang berarti "mahkota" atau "Karangan Bunga", yang berasal dari bhasa yunani κορώνη korṓnē. Namanya mengacau pada poenampilan karakteristik vorion (bentuk infektif virus) oleh mikrosof elektron, yang memiliki pinggiran proyeksi permukaan yang besar dan bulat yang menghasilkan gambar yang mengingatkan pada mahkota atau korona surya. (https://en.wikipedia.org/wiki/Coronavirus).

Coronavirus menyerang pernafasan dan memberikan dampak seperti flu, sesak nafas, dan gejala seperti meriang dan panas tinggi pada penderita nya. Pada posisi puncak nya penderita bisa meninggal dunia apabila terserang atau terinveksi virus COVID-19 ini. Coronavirus menyebabkan banyak dampak pada kehidupan manusia sekarang ini, dari segi sosial, ekonomi, dan pendidikan, serta banyak yang lainnya. Apabila kita membaca kembali awal dan penyebab dari merebaknya virus ini, tidak lain dan tidak bukan semua berawal dari gaya hidup manusia yang mengabaikan arti penting dari kebersihan, baik itu kebersihan lingkungan, rumah, dan diri kita sendiri.



Dalam islam kita sudah lama diajarkan akan mengutamakan sebuah kebersihan, terlebih lagi dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَلَّلُوْا فَإِنَّهُ نَظَافَةٌ وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِيْمَانُ مَعَ صَاحِبِهِ فِى الْجَنَّةِ 
(رواه الطبراني)
Artinya : 
"Buanglah sisa-sisa makanan di gigimu, karena perbuatan itu adalah kebersihan, dan kebersihan itu akan mengajak (menggiring) kepada iman, dan iman itu akan bersama orang yang memilikinya di dalam surga" (HR. Tabbrani).

Berwudhu' salah satu cara kita menjaga kebersihan diri

Dalam hadist lain Rasulullah saw juga bersabda An-nadhafatu minal iman (Kebersihan itu sebagian dari pada Iman). Seperti itulah Islam memandang kehidupan ini dalam berbagai aspek, baik itu ibadah yang menyangkut ukhrawi maupun aktifitas-aktifitas kehidupan sehari-hari. Aspek ibadah, aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya dalam islam sudah diatur sedemikian rinci. Untuk itu, ini seharusnya menjadi sebab kita bertambah yakin dan menambah ketebalan iman kita akan kebenaran-kebenaran Islam.

Dalam kaidah fiqih kita diajarkan bab thaharah (bersuci), jadi apabila kita benar-benar menerapkan kaidah fiqih ini, Inshaa Allah kita akan terhindar dari berbagai macam bahaya penyakit dan virus yang mematikan. Wallahua'lam.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar