![]() |
| Malaikat Azazil dari Malaikat menjadi Iblis Laknatullah |
Sering kita mendengar sebuah pernyataan "Kalau hanya berilmu iblis lebih tinggi ilmunya dari manusia", lalu kenapa iblis bisa menjadi makhluk yang dikutuk Allah swt? sedangkan dia berilmu? karena satu, ia tidak punya adab (akhlak) kepada Nabiyullah Adam as, bahkan dia menyombongkan dirinya di hadapan Allah swt. Ya tidak bisa dibantahkan lagi bahwasannya adab atau budi pekerti itu di atas ilmu. Banyak kita lihat para pelaku kejahatan, entah itu koruptor, pembunuhan, dan lain sebagainya. Jika kita lihat para pelaku nya rata-rata adalah orang yang berpendidikan atau minimal mereka tahu itu perbuatan yang salah. Namun kendati demikian masih banyak orang yang melakukan nya, karena apa? apakah mereka orang bodoh? tentu tidak, tapi karena tidak ada nya nur ilahiyah dalam ilmu itu sendiri, yang tertanam di hati orang tersebut. Sehingga pemahaman mereka hanya sebatas faham saja tidak pada penerapan.
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Innamal bu'istu liutammimma makarimal akhlak
"Tidak lah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan Akhlak" (HR. Bukhari)
Dari hadist diatas dapat kita lihat bersama, betapa penting nya akan kedudukan adab (akhlak) itu, sehingga Rasulullah saw bersabda tidak lah beliau diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak, banyak orang-orang di sekitar kita yang tinggi ilmu nya tapi minim akhlaknya. Lantas bagaimana orang tua mempersiapkan anak-anak mereka agar berakhalak mulia? Nah disinilah peran besar dan pentingnya sekolah yang bernafaskan agama, karena di madrasah-madrasah islam anak-anak didiknya tidak hanya diajarkan ilmu yang bersifat umum, jauh lebih penting dari itu, anak-anak didik nya di ajarkan ilmu-ilmu agama, yang mana ilmu-ilmu agama ini akan mengarahkan anak-anak kita pada perilaku yang baik, dan bukan berperilaku buruk.
![]() |
| Adab Murid kepada Guru dan orang tua |
Kenapa bisa terjadi perilaku-perilaku buruk anak terhadap orang tua, terhadap guru, terhadap lingkungan sekitar nya? tentu ini tidak lepas dari didikan para orang tua juga dirumah, dan agama lagi-lagi mengambil posisi nya dalam pembentukan kepribadian anak. Lantas kenapa agama menjadi tolak ukur seorang bisa berprilaku baik? dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda “inna fil jasadi mudghah, idza shalahat, shalahat jasadu kulluh. Wa idza fasadat, fasadal jasadu kulluh. Alaa wa hiyal qalb.” HR. Bukhari dan Muslim (Sesungguhnya dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baik lah seluruh jasad, dan apabila jelek maka jelek (buruk) lah seluruh jasad, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati). Kenapa hati yang menjadi tempat bertaruhnya kepribadian seseorang? karen ilmu hakekat nya bersemayam dalam hati manusia, karena ilmu adalah nur dari Allah swt. Lantas seperti posisi akal pikiran ketika perbuatan buruk itu terjadi? Akal hanya sebagai dewan pertimbangan, menimbang sebuah perbuatan itu baik atau buruk, terkadang orang berbuat salah padahal tahu itu salah dan mereka tetap melakukan nya, karena apa? karena hatinya rusak, dan dipenuhi oleh penyakit-penyakit hati.
Disinilah ilmu agama berbicara, karena penyakit-penyakit hati inilah yang memicu perbuatan-perbuatan salah pada manusia, mulai dari sombong, angkuh, riya', ujub, ghibah, dan lain sebagainya. Agama adalah obat dari penyakit-penyakit ini, dan agama menjadi pengarah jalan kepada manusia untuk menuju segala sesuatu yang diridhoi Allah swt. Untuk itu pendidikan anak tidak hanya sebatas ilmu-ilmu umum semata, tapi melupakan ilmu agama yang seharusnya agama inilah yang paling utama di tanamkan pada hati anak-anak kita.
Lantas apakah orang-orang yang berilmu agama tinggi itu sudah lebih baik? tentu saja tidak, tergantung pada hati mereka dan tergantung pada upaya-upaya mereka untuk terus menerus berjuang melawan nafsu-nafsu mereka, tapi ilmu agama akan memberikan mereka senantiasa jalan dalam melawan perilaku-perilaku buruk tersebut. Tidaklah seorang yang berilmu itu dekat dengan tuhan nya apabila dia tidak bisa menguasai hatinya. Nabi saw bersabda :
قال نبي : مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ اِلاَّ بُعْدًا
Qola nabi : Maniz dada ilman walam yazdad hudan lam yazdad minallahi illa bu'dan
Artinya : "Barang siapa makin bertambah pelajaran ilmunya dan tidak bertambah hidayahnya, maka ia akan makin jauh dari Allah."
Untuk itu, mari kita masukkan anak-anak kita pada sekolah-sekolah agama, yang mana kelak mereka bisa menjadi pribadi-pribadi berkahlakul karimah Inshaa Allah. Dan mereka bisa mendoakan kita di kala kita sudah berpisah dengan dunia ini. Wallahu a'lam!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar